Isolasi

 

 

Ada hal yang tidak aku pahami belakangan ini. Seharusnya keluarga adalah tempat ku kembali, tetapi ini sebaliknya. Justru mereka lah alasan aku ingin pergi. Jiwaku saat ini memang sedang lelah. Andai saja aku bisa pergi meninggalkan tanpa beban pikiran. Pasti aku lakukan. Sebutlah aku liar, tapi itu memang jiwa bebas ku yang membuncah ingin lepas karena terlalu banyak diberi batas.

I miss my old life, things were good at the old days. Belakangan aku sering banget kontra sama orang tua. Terlalu banyak perbedaan sudut pandang antara aku dan mereka. Sebenarnya apa yang salah dari aku menikmati hidup dan hobby ku. Toh aku juga sudah menuntaskan kewajiban ku terhadap mereka. Tapi mengapa mereka enggan mau longgar barang sedikit saja.

Aku paling gak suka hidupku dikomentari bertubi-tubi. Aku merasa sudah cukup dewasa untuk menentukan jalan hidup sendiri. Aku gak pernah habis pikir kenapa mereka terlalu menghalangi terhadap minat yang aku suka. Berasa hidup di jaman Belanda, semuanya dilakukan serba tak terbuka. Kalo ketahuan sedikit saja , rentetan amunisi omelan akan keluar tanpa jeda.

Ironis banget buatku, karena di rumah sendiri aku justru tak mendapat kehangatannya. Pergi dan lari juga tidak menyelesaikan semuanya. Sebenarnya aku gak mau dicap sebagai anak durhaka. Tapi saat ini hati ku sangat-sangat kontra dengan orang tua. Tak ada pembicaraan titik tengah yang menghasilkan solusi untuk disimpulkan. Tidak semua alasan atas tindakan mereka perlu aku mengerti. Aku juga berhak egois sesekali.