Setelah Pesta Berakhir

 

 

 

 

Euphoria menyambut pergantian tahun memang luar biasa. Biasanya moment yang paling dinantikan adalah pada saat 10 seconds countdown dan firework party. Jutaan manusia memadati pusat kota untuk bisa merayakan tahun baru baik bersama teman, pasangan atau keluarga. Tepat jam 12.00 langit yang hitam pekat seketika berubah menjadi terang benderang, ditambah tiupan terompet yang membahana membuat suasana pergantian tahun semakin terasa di saentro jagat raya. Berlomba-lomba orang mengirimkan pesan dan doa, berharap di tahun berikutnya lebih baik dari sebelumnya. Harus diakui tadi malam memang berbeda, tidak seperti jumat malam biasanya. Kalau sama untuk apa orang-orang merelakan diri keluar rumah bersentuhan dengan macet hanya demi melihat kembang api dan tiup terompet.

Pesta pun usai, lautan manusia perlahan mulai bergulung seperti ombak untuk kembali ke peraduannya masing-masing. Dalam waktu segera pusat kota kembali sepi, hanya tersisa tumpukan sampah yang berserakan bekas perayaan. Dan pertanyaan ku, apa yang didapat dari pesta tadi malam ?! Senang ?! Sejauh apa kesenangan itu bisa bertahan ?! Ketika bangun di hari esok, masihkan euphoria bekas tadi malam itu tersisa ?!

Kemudian, tradisi awal tahun pun mulai bergema. Ramai-ramai orang membuat resolusi. Tapi sadar atau tidak resolusi yang dibuat sebenarnya sudah pernah diucapkan di tahun yang lalu. Dan bahkan tak sedikit orang yang beresolusi sama setiap tahunnya. Pertanyaan ku lagi, kenapa harus menunggu sebuah moment untuk memulai sesuatu ?! Memiliki rencana, resolusi dan mimpi itu memang bagus, tapi terlalu banyak mengotak-atik rencana justru akan membuat kita lupa mewujudkan mimpi yang sebenarnya. Usaha kalo mau bahagia jangan hanya bisa membuat rencana.

Awal tahun seharusnya jadi ajang introspeksi diri. Patutnya apapun yang telah terjadi terhadap diri kita selama ini disukuri bukan dikeluhkan. Count the blessed, not the trouble. Ironis memang kalo liat orang yang suka menyalahkan keadaan atas semua kejadian yang ditimpakan padanya. Bukannya semua berawal dari sendiri. Jangan sampai kita jadi orang apatis yang hanya bisa menyalahkan orang lain, lingkungan, dan Tuhan.

At the end Happy New Year 2011 people