Kandang cuma buat binatang

 

Menurut rumusnya, kandang bersifat membatasi. Jika kita seekor binatang yang mencari tempat untuk bersarang, batasan seperti itu menyatakan rasa aman. Tetapi jika kita seorang manusia yang hidup bersama manusia lain, kandang bisa berarti hilangnya harapan dan kepercayaan, ketidakmampuan untuk tumbuh, berkurangnya cinta dan bertambahnya pengasingan. Kandang bukan untuk manusia, menempatkan seorang manusia dalam kandang akan bisa menyakitkan. Ketika dua pihak saling menghambat dengan mengekang pasangannya dan menolak kemungkinan perubahan, maka kekesalan yang relatif tidak penting bisa menjadi batu sandungan besar.

Tapi, kita mudah sekali untuk tergelincir untuk melakukan hal ini, terutama jika hubungan asmara sudah belangsung agak lama. Kita menggunakan sifat atau perilaku yang ditunjukkan oleh pasangan kita di masa lalu dan memproyeksikannya ke masa kini dan masa depan kita. Kita tidak lagi melihat kenyataan karena membiarkan dugaan negatif mengaburkan penglihatan. Bahkan jika pasangan kita berubah, kita tidak melihat atau menerimanya.

Kita bisa memilih untuk melakukan hal yang lebih baik. Mulailah dengan mengingat bahwa perubahan adalah satu-satunya hal yang tetap dalam hidup. Sepanjang hidup berlangsung, perubahan yang tidak terelakkan bisa disalurkan ke arah yang konstruktif. Perlu diingat bahwa hidup di ruang yang membatasi bisa sungguh – sungguh menghambat pertumbuhan fisik seseorang.  Sama halnya dengan pertumbuhan mental. Dengan tidak memberikan ruang bagi pasangan kita untuk tumbuh, kita benar – benar membatasi pasangan kita. Sikap ini akan memangkas kemampuan kita untuk memberi dan menerima cinta.

Bila kita menolak godaan untuk mengekang pasangan, kita menyuburkan salah satu kekuatan positif yg paling berdaya. Kita menunjukkan kepercayaan pada kebaikan yang ada pada diri pasangan kita. Kita meletakkan harapan pada potensi pasangan kita untuk perubahan yang positif. Dan kita mewujudkan cinta kedalam tindakan yang bermakna🙂