Everything will be replaced

Dari sekian banyak pelajaran hidup yang ada, aplikasi ikhlas dan sabar adalah juaranya. Cuma orang-orang tertentu yang mampu bersikap pure ikhlas dan sabar dalam hidup. Selebihnya pasti ada sedikit pertentangan batin dalam setiap cobaan hidup. Hati berkata apa, tapi logika berkata sebaliknya. That’s why people can be so heartless and immature when they sad, no matter how wise and matur the person is.

So, bila kita mau merelakan apapun intinya yakinilah bahwa semuanya akan tergantikan. Jadi semacam pengingat halus bahwa segalanya, baik buruk, suka duka, penolakan persetujuan, menang kalah, semua datang dan berlalu. Segalanya memiliki awal dan akhir. Semua pengalaman yang pernah kita alami telah berlalu. Tiap pikiran yang ada, muncul dan terlupakan. Tiap emosi dan suasana hati telah terganti oleh yang lain.

Kita pernah bahagia, sedih, iri, depresi, marah, jatuh cinta, malu, bangga, dan tiap perasaan manusia yang pernah ada. Tapi kemana semuanya pergi ?! Jawabannya ga ada yang tau. Yang kita tau hanyalah akhirnya semua lenyap dalam ketiadaan.

Kekecewaan kita muncul dalam 2 cara utama. Bila kita mengalami kesenangan, kita mau mempertahankan selamanya. It’s never happened. Atau, bila kita mengalami kesulitan, kita ingin kesulitan itu segera berlalu. Biasanya ga begitu. Semuanya itu butuh proses. Ketidakbahagiaan justru hasil dari berjuang melawan aliran alamiah pengalaman.

Jadi, klo kita mau merelakan try to experiment dengan kesadaran bahwa hidup adalah satu hal dari hal yang sebelumnya. Bila terjadi suatu yang kita suka, sadarilah bahwa sementara kita menikmati kebahagiaan yang ada, kebahagiaan itu akhirnya akan diganti oleh sesuatu lain yang jauh berbeda. Begitu pula dengan kesulitan.