Kasih ibu sepanjang masa

Selamat hari ibu, sayang ibu selalu. Itu lah satu dari sekian banyak variasi kalimat yang dilontarkan mulut seorang anak pada hari ini. Tapi sudah kah kita memaknai ucapan itu ?! Apa bentuk apreasiasi tertinggi rasa sayang seorang anak terhadap ibunya ?! Tulus kah rasa sayang yang telah kita berikan ?! Apapun jawabannya, kasih sayang seorang anak tidak akan bisa menandingin kasih sayang seorang ibu.

Defenisi ibu sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional, 2003), “ibu” berarti wanita yang telah melahirkan seorang anak.

Sedangkan menurut Kartono (1992), ibu adalah seorang yang mendidik anak, memelihara fisik anak dan harus melibatkan diri dalam menjamin kesejahteraan psikis anak agar anak bisa mengadakan adaptasi terhadap lingkungan sosial, melatih anak agar mampu mengendalikan insting-insting agar anak menjadi manusia yang disiplin, terkendali dan menjadi baik.

Partasari (2006), menambahkan ibu adalah orang yang memberikan perlindungan dan keteraturan, orang yang harus menciptkan ikatan emosional kuat sehingga dapat membentuk anak lebih bersikap empati dan memberikan penguasaan diri yang baik.

Sedangkan Marzuki (2008) menyatakan ada beberapa karakteristik ibu, diantaranya sebagai berikut:

a. Kasih sayang yang tulus
Ibu yang sejati akan memberikan kasih sayang yang tulus, bukan hanya dalam bentuk belaian namun juga dalam hal pendidikan. Disamping kebutuhan fisik, kebutuhan rohani pun diberikan sedini mungkin.

b. Perasaan yang lembut
Ibu yang sejati dapat membaca situasi jiwa anaknya hanya dengan melihat raut muka dan tingkah laku sang anak. Perasaan terhadap anaknya begitu halus lembut, saat anaknya dihadapkan pada situasi yang sulit.

c. Pemberi nasihat yang baik
Ibu yang sejati suka dan senantiasa memberi nasihat kepada anaknya. Pemberian nasihat ini didorong oleh keinginan ibu untuk melihat anaknya mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya, oleh karena itu ibu selalu menjadi konselor dan tempat mengadu anak-anaknya yang baik.

d. Penyabar dan berlapang dada
ibu yang sejati dapat terlihat dengan sifat sabar dan lapang dadanya. Bukan sang ibu tidak pernah marah, namun ibu pandai dan mampu mengawal perasaannya.

e. Lembut namun tegas
Ibu dapat menempatkan situasi dimana saat-saat lembut dan dimana saat-saat tegas. Disaat-saat tegas, sifat lembutnya masih tetap terjaga.

f. Tidak pilih kasih
Seorang ibu yang sejati akan menyamaratakan kasih sayang terhadap anak-anaknya sendiri maupun terhadap anak orang lain

Dari berbagai defenisi di atas, telah membuktikan bahwa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya begitu tulus, begitu dalam dan tak tertandingi. Sanggupkah kita menggantinya ?! Jawabannya tentu saja tidak. Setiap cucur keringat, setiap tetes air mata yang seorang ibu keluarkan adalah bentuk pengorbanan yang dia lakukan dengan ikhlas. Maka dari itu, hormatilah ibu. Berbaktilah kepadanya, karena dalam setiap doanya dia tidak akan pernah lupa menyebutkan namamu.

Referensi :
Depertemen Pendidikan Nasional. (2003). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Jakarta.
Kartono, Kartini, DR. (1996). Psikologi umum. Bandung: CV. Mandar Maju.
Marzuki. (2008). Ciri-ciri ibu sejati. http://bfs131.blogspot.com/2008/12/ciri-ciri-ibu-sejati.html
Partasari, D. W. (2006). Ikatan ibu dan anak. Jakarta: Inspired Kids.